Cari Sesuatu dan Klik Enter...

Bukan Imsak, Batas Waktu Sahur Adalah...

cloteh.com - Sahur adalah sebutan untuk makan malam (atau tepatnya dini hari) sebelum menjalani puasa. Tradisi sahur sudah dilakukan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Tradisi sahur pasti lekat kaitannya dengan IMSAK. Apa itu imsak? Dan apakah imsak batasan dari sahur? Berikut ulasan singkatnya.

Imsak adalah sebuah istilah untuk memperingatkan akan datangnya waktu subuh. Nah, di Indonesia sering di artikan bahwa imsak adalah waktu akhir dari sahur. Lantas apakah hal tersebut benar? Atau justru salah kaprah?
Imsak bukan akhir sahur
Oleh : cloteh.com


Imsak Bukan Akhir Sahur

Nah ini yang menjadi permasalahan setiap memasuki bulan puasa. Banyak orang-orang yang bergegas menyelesaikan sahurnya ketika sudah memasuki waktu imsak. Padahal sebenarnya, imsak bukanlah akhir waktu sahur ataupun awal dari puasa. Namun, menyegerakan selesainya sahur bukanlah sesuatu yang disalahkan dalam hal syariat.

Menurut 4 imam madzab, waktu akhir sahur adalah terbitnya fajar shadiq. Dimana ini berarti waktu awal puasa adalah waktu subuh. Yang juga berarti akhir dari sahur adalah saat adzan subuh. Sesuai dengan firman Allah Swt. dalam Al-Qur'an Al-Kariim

”Dan makan minumlah kamu hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS Al-Baqarah [2] : 187). 

Dalam ayat ini menjelaskan, bahwan makan dan minum (sahur) diperbolehkan hingga terlihat jelas bahwa fajar telah datang. Yang artinya adzan subuh sudah berkumandang.

Fajar yang dimaksud ialah Fajar Shodiq, bukan Fajar Kadzib. Sesuai dengan hadist yang diriwayatkan dari Aisyah RA. berikut :

”Janganlah adzan Bilal mencegah dari sahur kamu, karena dia menyerukan adzan pada malam hari. Makan minumlah kamu hingga kamu mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum, karena dia tidak menyerukan adzan hingga terbit fajar.” (HR Bukhari, Muslim, Nasa`i, Ahmad, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah).

Dalam hadist ini, dijelaskan bahwasanya Bilal mengumandangkan adzan pada malam hari (saat fajar kadzib). Yang dimaksud fajar kadzib ialah munculnya cahaya putih yang memanjang ke atas (ke arah langit). Sedangkan Ibnu Ummu Maktam mengumandangkan adzan saat Fajar Shodiq, yakni saat cahaya putih tersebut mulai melebar ke arah samping.

Dalam hadist ini berarti, akhir dari waktu sahur bukanlah pada saat imsak (fajar kadzib), melainkan saat fajar shodiq, yakni saat adzan subuh berkumandang.

Namun, apakah pada saat awal adzan subuh sudah tidak diperbolehkan untuk makan minum?
Tidak demikian juga. Dalam sebuah hadist shahih Nabi Saw. bersabda :
’Jika seseorang dari kamu mendengar adzan (Shubuh), sedangkan bejana (air) sedang di tangannya, maka janganlah dia meletakkan bejananya hingga dia menyelesaikan hajatnya darinya [minum].” (HR Abu Dawud no 2350, Ahmad, Daruquthni, dan Al-Hakim. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Imam Dzahabi)

Yang artinya masih diperbolehkan menyelesaikan sahur pada saat adzan berkumandang. Jadi akhir dari sahur ialah pada saat adzan subuh. Namun bukan di awal adzan.

Jika demikian, maka apa tujuan dari Imsak?
Imsak ditujukam untuk kehati-hatian (ikhtiyat) saja. Bukan untuk akhir dari makan sahur. Seperti yang dijelaskan oleh Zaid bin Tsabit RA yang berkata,
”Kami pernah makan sahur bersama Nabi SAW, kemudian kami berdiri untuk shalat (Shubuh).’ Lalu Anas bertanya kepada Zaid bin Tsabit, ‘Berapa lama antara keduanya (sahur dan shalat Shubuh)?’ Zaid bin Tsabit menjawab,’Kadarnya (lamanya) sekitar bacaan 50 ayat.” (HR Bukhari, Muslim, Nasa`i, Tirmidzi, dan Ibnu Majah).

Jadi kesimpulannya, Imsak bukanlah waktu akhir dari sahur dan awal dari puasa. Melainkan hanya untuk peringatan saja bahwa waktu adzan subuh segera tiba. Dimana waktu adzan subuh ini merupakan awal dari puasa dan akhir dari masa sahur.

Demikian penjelasan singkat yang bisa saya bagikan. Semoga bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian. Bila ada kritik, saran, silahkan sampaikan ke halaman kontak. Terimakasih

Sumber artikel : diolah dari berbagai sumber valid
Advertisement
BERIKAN KOMENTAR ()