Ads 720 x 90

Gunakan Angkutan Umum, Seberapa Nyaman dan Aman?

cloteh.com - Perkembangan kuantitas masyarakat kita saat ini terus mengalami kenaikan. Semakin banyaknya jumlah manusia di suatu wilayah memunculkan berbagai masalah baru. Seperti semakin banyak pula jumlah transportasi di jalanan. Hal ini karena setiap individu seakan-akan memiliki kendaraan pribadi. Sehingga ketika jam-jam tertentu, semisal jam berangkat dan pulang kerja, macet menjadi sebuah tradisi.

Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi masalah ini. Seperti memberlakukan sistem ganjil-genap, menggratiskan penumpang kendaraan umum, gerakan menggunakan kendaraan umum, dan lainnya. Tapi apakah ini worth-it??

Tentunya upaya ini tidak mampu disukseskan jika hanya dikampanyekan oleh pemerintah saja. Maka dari itu, butuh campur tangan masyarakat luas untuk menjalankannya. Sayangnya, kesadaran dan kemauan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum masih kalah dengan ego menggunakan kendaraan pribadi. Padahal, dengan menggunakan transportasi umum akan lebih memberikan dampak positif dan keuntungan yang lebih baik dibandingkan menggunakan kendaraan milik pribadi.
Naik angkutan umum, aman dan nyaman

MENGAPA MASYARAKAT ENGGAN MENGGUNAKAN TRANSPORTASI UMUM?

Jika memang benar banyak keuntungan yang ditawarkan oleh pemerintah dalam kampanye kendaraan umum, lantas mengapa masyarakat masih enggan untuk mempraktikkaannya?

Ada beberapa faktor utama yang mungkin bisa dijadikan alasan ke-enggan-an masyarakat untuk hijrah ke kendaraan umum. Beberapa di antaranya ialah sebagai berikut :

1. KEBERSIHAN

Masalah kebersihan ternyata tidak hanya muncul di lingkungan kampung saja, bahkan masuk ke dalam kendaraanpun masih saja ditemui masalah ini. Ini menggambarkan bahwa kita saat ini benar-benar "Darurat Kebersihan". Tapi benarkah masalah ini membuat masyarakat enggan menggunakan kendaraan umum?

Saya gunakan Bus sebagai contohnya. Ya, kendaraan umum dengan kapasitas penumpang yang cukup banyak ini masih sering digunakan oleh warga, khususnya untuk perjalanan antar kota. Saya sering menemui remasan kertas tisu, dan helaian bungkus makanan tak bertuan di sekitar jok penumpang. Padahal saya juga melihat tidak jauh dari sana ada sebuah keranjang kecil, yang juga berisi sampah (memang itulah keranjang sampah).

Jangankan bus yang mungkin sudah dianggap 'mainstream' oleh masyarakat. Kendaraan umum dengan teknologi terkini yang baru diluncurkan juga sudah mengalami masalah ini. Ya, kereta listrik cepat, alias MRT Jakarta. Dimana kemarin sempat viral di berbagai media karena ulah penumpangnya yang cukup 'bar-bar'.

2. EFISIENSI WAKTU

Masalah lainnya ialah mengenai waktu. Kendaraan umum memang memiliki trayek atau rute yang telah ditentukan, walaupun untuk kendaraan kecil seperti becak dan ojek memiliki rute yang fleksibel tergantung permintaan penumpang. Walau demikian, masalah ke-efisien-an masih susah untuk di selesaikan.

Becak yang dikayuh kaki maupun dengan tenaga mesin motor, masih terasa cukup memakan waktu. Bus dan angkot yang memiliki rute tersendiri juga membuat perjalanan terasa lebih jauh, belum lagi harus ngetem untuk jemput penumpang lain. Kereta Api dan Pesawat yang terbilang cepatpun masih dianggap kurang efisien. Padahal kerata api dan pesawat sudah memiliki jadwal, rute, dan jalur sendiri. Namun demikian, kendaraan ini tidak tersedia diseluruh wilayah. Hanya kota-kota tertentu yang memilikinya. Maka untuk mencapai kota tertentu lainnya harus transit dan berganti kendaraan untuk sampai ke tempat tujuan.

3. KEAMANAN dan KESELAMATAN

2Ini menjadi masalah yang cukup serius. Sebab kasus kriminal yang melibatkan angkutan umum kerap terjadi. Meskipun tergolong jarang, tapi warga masih merasa kurang aman jika berada di dalam angkutan umum. Terlebih beberapa kali tersiarkan kabar tentang berbagai tindak kejahatan, mulai dari perampokan, pencopetan hingga asusila, di dalam angkutan umum.
Kejahatan di dalam angkot, begini cara amannya

Tak hanya itu, juga tidak jarang kasus kecelakaan angkutan umum karena kendaraan yang kurang 'spek' menjadi ancaman penumpang. Menambah alasan dari keraguan warga untuk menggunakan angkutan umum.

SOLUSI YANG MUNGKIN BISA DILAKUKAN UNTUK ANGKUTAN UMUM

Sebenarnya, jika dilihat dari faktor-faktor yang saya sebutkan di atas, sebagian besar ialah karena ulah manusianya sendiri. Mulai dari masalah kebersihan, kenyamanan, efiensi waktu, hingga keamanan. Hanya sebagian kecil saja yang memang pure faktor kendaraan.

Untuk kebersihan setidaknya bisa dikurangi sedikit demi sedikit. Dengan memberikan keranjang sampah yang mudah dijangkau, hingga mengenai denda untuk pembuang sambah di dalam kendaraan. Atau juga bisa dengan memberlakukan larangan membawa makanan atau minuman di dalam kendaraan. Seperti yang sudah berlaku di MRT Jakarta.

Sedangkan untuk efisiensi waktu juga harus dilakukan secara personal. Yakni dengan mengatur jadwal kita dan harus mampu untuk memperkirakan kapan kita berangkat dan kapan kita akan tiba di tujuan. Jika hal ini dilakukan dengan baik, maka kita bisa dengan tenang menikmati perjalanan walau sopir ngetem di terminal atau pasar beberapa kali. Karena kita sudah tahu kapan kita akan tiba di tujuan.

Sedangkan untuk keamaman dan keselamatan, juga bisa kita mulai dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Jangan gunakan perhiasan secara mencolok saat berada di perjalanan, usahakan untuk tidak sendirian, hindari penggunaan pakaian yang mengundang tindak kejahatan. Dan jika menggunakan taksi, maka usahakan untuk mengenal driver, minimal pastikan bahwa idcard sesuai dengan driver. Juga perhatikan bagian belakang jok penumpang benar-benar kosong.

Demi keselamatan, pihak penyedia jasa transportasi harus secara berkala dan rutin untuk melakukan cross check dan servis pada armada mereka. Juga tidak disalahkan jika Kementerian Perhubungan melalui Dinas Perhubungan (DisHub) melakukan sidak ke markas armada dan mengadakan razia keamanan kendaraan umum. Juga yang tidak kalah penting ialah kesehatan dari driver itu sendiri. Baik secara biologis maupun psikis.

BAGAIMANA JIKA MENGALAMI HAL YANG TIDAK DIINGINKAN?

Setiap orang pasti tidak mau mengalami hal yang tidak-tidak. Tapi jika sudah takdir yang berkata, mau gimana lagi? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika kamu mengalami pengalaman yang tidak mengenakan, semisal :
  1. Jangan Panik. Panik hanya akan membuatmu semakin rumit, tetaplah tenang.
  2. Hubungi pihak berwajib.
  3. Jika pelaku ialah oknum driver, segera laporkan pada perusahaan. Pastikan memberikan data yang valid.
  4. Mintalah bantuan orang-disekitar.

Kamu juga bisa berkeluh kesah dengan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub RI) melalui beberapa kontak. Beberapa kontak tersebut ialah :
Instagram : @kemenhub151
Facebook : fb.com/kemenhub151 
Twitter : @kemenhub151
Website : www.dephub.go.id

Semoga dengan dipublikasikannya artikel ini bisa membuat kualita angkutan umum di Indonesia semakin baik. Dan juga membuat warga sadar menggunakan angkutan umum sehingga tingkat kemacetan bisa dikurangi.
Newest Older

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter