Tangi, Sosmed Baru milik Google. Plagiat TikTok? - Cloteh



Tangi, Sosmed Baru milik Google. Plagiat TikTok?

- February 01, 2020
cloteh.com - Siapa yang tidak kenal dengan raksasa Internet Google? Ya, pasti semua mengenalnya. Sebagai raksasanya Internet, Google berambisi untuk terus mengembangkan teknologi-teknologi terbaru untuk penggunanya. Akhir-akhir ini diketahui Google tengah merancang sebuah aplikasi baru yang disebut-sebut mirip Tiktok. Apa sih aplikasi ini?
Aplikasi Baru Google Tangi, Mirip TikTok

Google memberi nama aplikasi teranyarnya ini dengan nama Tangi. Cukup unik ya, mirip dengan kata 'bangun' dalam bahasa Jawa. Aplikasi ini merupakan aplikasi sosial media yang mengadopsi gaya dari aplikasi berbagi video, Tiktok. Beberapa juga menyebut bahwa aplikai ini akan lebih mirip Instagram. Hmm.. seberapa mirip sih emangnya?

Tangi merupakan sebuah proyek dari Area 120, sebuah unit internal dari perusahaan Google yang berfokus pada eksperiment atau proyek percobaan yang nantinya proyek ini bisa diproyeksikan dalam layanan Google itu sendiri.

Aplikasi Tangi ini memang memiliki fitur yang menyerupai TikTok. Hanya saja, pihak Google mengklaim akan memfokuskan videonya pada jenis edukasi, berbeda jauh dengan Tiktok yang fokusnya pada genre Hiburan.

Dikutip dari TechCrunch, yang kemudian di salin oleh Teklogger, pendiri Tangi mengatakan, "Tujuan dari Platform kami adalah untuk membantu orang membuat dan memasak dengan video satu menit cepat". Coco Mao, pencipta Tangi, menjabarkan bahwa nantinya akan ada kategori-kategori dari videonya, seperti Art, DIY, dan sebagainya. Tujuannya ialah agar orang lebih mudah mencari video berdasarkan minat tanpa ada video yang memotong diluar kategori yang dipilih.

Tampilan Tangi mirip Pinterest dan Tiktok
Tampilan Google Tangi

Secara Tampilan, aplikasi terbaru milik Google ini malah menyerupai aplikasi database gambar, Pinterest. Hanya saja isinya video. Dan ketika di play, tampilannya hampir menyerupai TikTok.

Untuk melancarkan pemasaran dari aplikasi ini, Google bekerja sama dengan para kreator untuk terlebih dahulu mengisi platformnya ini. Sehingga pengguna baru tetap akan bisa menikmati video meski pengguna di sekitarnya belum banyak. Seiring berjalannya waktu, video ini pasti akan semakin banyak dan juga pengguna semakin bertambah pula.

Menariknya, untuk melayani permintaan pengguna dalam hal hemat data (sebagaimana diketahui, menonton video streaming akan lebih banyak menguras kuota), maka Google juga menyediakan fitur Simpan Video, sehingga pengguna tetap bisa menikmati videonya walaupun sedang Offline.

Sampai saat artikel ini dipublikasikan,  Tangi masih di rilis pada App Store pada iOS. Sedangkan pengguna Android dan Desktop masih bisa membuka melalui halaman situsnya tangi.co
Advertisement

Bagaimana Pendapatmu tentang pembahasan artikel di atas? Yuk komentarin di sini!
EmoticonEmoticon

 

Tulis Sesuatu lalu Tekan Enter