Rapid Test dan Swab Test, Ini Loh Bedanya!

Daftar isi [Tampil]

cloteh.com - Wabah Coronavirus Disease atau COVID-19 saat ini telah dinyatakan sebagai pandemi oleh organisasi kesehatan dunia, WHO. Buat yang belum tahu, Pandemi merupakan wabah penyakit yang penyebarannya sudah secara global, alias mendunia. Hal ini beda ya dengan yang namanya Epidemi. Kalau epidemi itu artinya suatu wabah yang menyebar di suatu wilayah geografis.

Awalnya sih, Covid-19 ini tergolong Epidemi yang menyebar di Wuhan, China. Namun karena penyebarannya sudah sampai ke negeri tetangga dan penyebarannya cukup luas, maka digolongkan menjadi Pandemi oleh WHO. Oh iya, ini tidak ada kaitannya dengan tingkat keparahan dan jumlah yang terjangkit ya.
Selama pandemi Corona ini, banyak upaya dilakukan untuk mengurangi laju penyebaran virus ini. Kalau bisa ya sampai berhenti. Langkah awal yang dilakukan ialah dengan mendeteksi orang-orang yang sudah tertempeli virus jahat ini.

Nah, cara pendeteksian orang yang membawa virus ini dilakukan melalui serangkaian tes. Setidaknya ada 2 (dua) jenis tes yang banyak dilakukan untuk mendeteksi adanya virus COVID-19 pada tubuh manusia. Tes tersebut disebut sebagai tes Rapid dan Swab.

Lalu, apa perbedaan antara Rapid Test dengan Swab Test?

Pada artikel ini saya mencoba menjelaskan apa itu Rapid Test dan Swab Test dengan sederhana saja. Namun saya harapkan, kalian semua dapat memahami dan mengetahui perbedaan diantara keduanya.

1. Rapid Test

Sebenarnya tes Rapid ini memiliki tingkat akuratan yang sangat lemah. Namun demikian ini dijadikan langkah awal dari pendeteksian virus pada diri manusia. 

Rapid Test dilakukan dengan melakukan uji pada darah manusia. Pemeriksa akan melihat IgG sama IgM yang terkandung pada darah. Pada normalnya, darah manusia tidak terdapat IgG dan IgM. Akan tetapi, keduanya dapat muncul ketika tubuh tidak fit atau sedang twrserang virus.

Mengenal Rapid-Test Covid-19

IgG dan IgM sendiri merupakan sejenis antibodi yang muncul pada tubuh manusia saat terserang oleh Virus. Ketika virua berhasil masuk ke tubuh, jumlah kedua antibodi ini akan tinggi. Dan mencoba untuk melawan virus-virus agar segera hilang.

Dalam Tes Rapid, petugas akan melihat darah orang yang diperiksa. Jika darah tersebut mengandung IgG dan IgM, maka hasil tes akan disebut reaktif. Walau demikian ini tidak bisa di diagnosa bahwa si pasien positif terpapar Covid-19. Proses pemeriksaan ini berlangsung sekitar 10-20 menit saja.

Untuk itu maka perlu dilakukan tes lanjutan untuk memastikan diagnosa. Tahap selanjutnya ialah Swab Test.

2. Swab Test

Langkah pengujian Swab ini dinilai lebih akuran dibandingkan Rapid. Seseorang yang reaktif pada test rapid serung ditemui juga negatif pada tes Swab. Lalu apa itu test Swab?

Pengujian pada metode ini ialah dengan menggunakan sample lendir pada rongga hidung, atau tenggorokan. Seseorang yang reaktif pada Rapid harus menjalani tes Swab hidung maupun tenggorokan.

Mengenal Swab Test pada covid-19

Hal ini karena virus SARS-COV (penyebab CORONA) ini akan menempel pada dinding hidung serta tenggorokan dan bersatu bersama lendir di dalamnya. Lendir ini akan diperiksa dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Metode ini disebut olehWHO paling akurat mendeteksi virus tersebut.

Pada tes ini memakan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Karena kurangnya alat dan laboratorium, terkadang harus menunggu setidaknya seminggu untuk mendapatkan hasilnya. Beberapa kota harus mengirimkan sample ke provinsi untuk dilakukan pengujian. Ini akan memakan waktu yang lebih lama lagi.

Hasil dari test ini akan ditemukan bahwa ada atau tidaknya virus pada diri pasien. Dengan demikian, petugas bisa melakukan diagnosa pada pasien.

Bagaimana? Apakah sudah paham mengenai Rapid Test dan Swab Test ini? Jika ada  sesuatu yang belum dipahami boleh lah ditanyakan di kolom komentar. Tapi jika kamu mendapat hal baru hari ini, jangan lupa untuk membagikannya ke teman atau keluarga kamu ya.


Komentar

Lebih baru Lebih lama