12 Keajaiban Kemampuan Kucing Melihat dalam Gelap: Lebih Canggih dari Kacamata Night Vision!

Redaksi Cloteh
12 Keajaiban Kemampuan Kucing Melihat dalam Gelap: Lebih Canggih dari Kacamata Night Vision!
12 Keajaiban Kemampuan Kucing Melihat dalam Gelap: Lebih Canggih dari Kacamata Night Vision! (pixabay/MabelAmber)

Cloteh Media – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kucing peliharaan Anda tampak begitu lincah saat lampu rumah sudah dimatikan? Seringkali kita merasa khawatir mereka akan menabrak perabotan, namun kenyataannya kemampuan kucing melihat dalam gelap memungkinkan mereka menavigasi ruangan dengan akurasi yang luar biasa. Fenomena ini bukan sekadar sihir alam, melainkan hasil evolusi jutaan tahun yang menjadikan mereka predator yang sangat efisien di kondisi minim cahaya.

Kucing tidak benar-benar bisa melihat dalam kegelapan total yang 100 persen tanpa cahaya. Namun, mereka hanya membutuhkan seperenam dari jumlah cahaya yang dibutuhkan manusia untuk dapat melihat dengan jelas. Mari kita bedah lebih dalam mengenai mekanisme biologis yang membuat mata anabul kesayangan Anda begitu istimewa dibandingkan mata manusia.

1. Keberadaan Tapetum Lucidum yang Memantulkan Cahaya

Salah satu alasan utama kemampuan kucing melihat dalam gelap adalah adanya lapisan sel di belakang retina yang disebut tapetum lucidum. Lapisan ini bertindak seperti cermin mini yang memantulkan cahaya kembali ke fotoreseptor. Hal inilah yang menyebabkan mata kucing tampak bersinar atau menyala saat terkena lampu senter atau lampu mobil di malam hari.

Dengan adanya tapetum lucidum, mata kucing mendapatkan kesempatan kedua untuk menyerap setiap foton cahaya yang masuk. Ini sangat krusial saat mereka berada di luar ruangan dengan hanya mengandalkan cahaya bintang atau bulan yang redup.

2. Pupil Berbentuk Vertikal yang Adaptif

Berbeda dengan manusia yang memiliki pupil bulat, kucing memiliki pupil berbentuk celah vertikal. Pupil ini memiliki kemampuan untuk membuka sangat lebar di lingkungan gelap dan menyempit menjadi garis tipis di bawah cahaya terang yang menyilaukan.

Fleksibilitas ini memungkinkan mereka mengatur intensitas cahaya yang masuk ke mata secara ekstrem. Saat malam tiba, pupil yang melebar maksimal membantu memaksimalkan kemampuan kucing melihat dalam gelap tanpa kehilangan fokus pada objek yang sedang mereka incar.

3. Konsentrasi Sel Batang yang Sangat Tinggi

Retina mata mamalia memiliki dua jenis sel fotoreseptor utama: sel batang (rods) dan sel kerucut (cones). Sel batang bertanggung jawab untuk penglihatan di cahaya rendah dan pendeteksian gerakan. Kucing memiliki jumlah sel batang yang jauh lebih banyak daripada manusia.

Meskipun mereka mengorbankan ketajaman warna, dominasi sel batang ini secara drastis meningkatkan kemampuan kucing melihat dalam gelap. Mereka mampu mendeteksi gerakan sekecil apa pun di sudut ruangan yang bagi kita terlihat hitam pekat.

4. Kornea yang Lebih Besar dan Cembung

Secara anatomi, kucing memiliki kornea yang relatif besar dan berbentuk lebih cembung dibandingkan ukuran mata mereka. Bentuk ini berfungsi untuk mengumpulkan cahaya lebih efisien dari berbagai sudut. Kornea yang luas ini memastikan bahwa cahaya yang tersedia di lingkungan sekitar dapat masuk ke dalam mata sebanyak mungkin.

5. Bidang Pandang 200 Derajat

Kucing memiliki bidang pandang yang mencapai 200 derajat, sementara manusia hanya sekitar 180 derajat. Penglihatan perifer atau samping yang lebih luas ini sangat membantu mereka saat berburu di malam hari. Dikombinasikan dengan kemampuan kucing melihat dalam gelap, jangkauan visual yang luas ini memudahkan mereka memantau predator atau mangsa dari sisi yang tidak terduga.

6. Kemampuan Mendeteksi Gerakan Cepat

Laju penyegaran visual kucing jauh lebih cepat daripada kita. Jika kita melihat film sebagai aliran gambar yang halus, kucing mungkin melihatnya sebagai rangkaian frame yang terputus-putus. Kecepatan pemrosesan ini membantu mereka menangkap gerakan tikus atau serangga yang sangat cepat di malam hari, memperkuat efektivitas kemampuan kucing melihat dalam gelap saat berburu.

7. Penglihatan Warna yang Berbeda di Malam Hari

Banyak yang salah paham bahwa kucing buta warna total. Sebenarnya, mereka bisa melihat warna biru dan kuning, namun kesulitan dengan warna merah dan hijau. Di kondisi cahaya rendah, persepsi warna ini semakin memudar, namun kemampuan kucing melihat dalam gelap tidak terganggu karena mereka lebih mengandalkan kontras dan gerakan daripada estetika warna.

8. Jarak Pandang yang Optimal

Meskipun unggul di kegelapan, kucing sebenarnya menderita rabun jauh. Mereka melihat paling jelas pada jarak 2 hingga 6 meter. Namun, kekurangan ini tertutupi oleh kemampuan kucing melihat dalam gelap yang sangat peka terhadap perubahan cahaya sekecil apa pun di jarak yang lebih dekat.

9. Peran Kumis Sebagai Sensor Cadangan

Terkadang, saat kondisi benar-benar gelap total (seperti di dalam lubang), kucing menggunakan kumis atau vibrissae mereka. Kumis ini sangat sensitif terhadap perubahan aliran udara. Jadi, ketika kemampuan kucing melihat dalam gelap mencapai batasnya, kumis akan memberikan peta taktil mengenai lingkungan di sekitar mereka.

10. Lensa Mata yang Lebih Dekat ke Retina

Struktur anatomi mata kucing menempatkan lensa lebih dekat ke retina. Hal ini membuat gambar yang diproyeksikan ke retina menjadi lebih terang, meskipun sedikit kurang tajam dibandingkan mata manusia. Pengaturan ini adalah bentuk kompromi alam demi mengoptimalkan kemampuan kucing melihat dalam gelap.

11. Mengapa Mereka Disebut Hewan Krespuskular?

Banyak orang mengira kucing adalah hewan nokturnal murni, padahal mereka sebenarnya adalah hewan krespuskular. Artinya, mereka paling aktif pada saat fajar dan senja. Di waktu-waktu transisi inilah kemampuan kucing melihat dalam gelap berada pada puncaknya, karena ada cukup cahaya untuk dibiaskan namun cukup gelap untuk menyembunyikan posisi mereka.

12. Perlindungan dari Cahaya Berlebih

Meskipun kita fokus pada malam hari, kemampuan kucing melihat dalam gelap juga harus dibarengi dengan perlindungan di siang hari. Itulah sebabnya mereka memiliki kelopak mata ketiga yang disebut membran niktitans. Membran ini membantu menjaga kelembapan mata sehingga organ penglihatan mereka selalu siap berfungsi maksimal saat matahari terbenam.

Kesimpulan

Memahami bagaimana cara kerja mata kucing membuat kita semakin menghargai keunikan hewan ini. Kemampuan kucing melihat dalam gelap adalah kombinasi sempurna antara anatomi kornea yang besar, cermin tapetum lucidum, dan kepadatan sel batang yang luar biasa. Jadi, jika lain kali Anda melihat kucing Anda menatap kegelapan, jangan takut, mereka hanya sedang menikmati dunia visual yang jauh lebih kaya daripada yang bisa kita bayangkan.

Menjaga kesehatan mata kucing sangatlah penting bagi pemilik peliharaan. Pastikan mereka mendapatkan nutrisi yang cukup, seperti taurin, yang sangat vital untuk menjaga kemampuan kucing melihat dalam gelap agar tetap tajam sepanjang usia mereka. Dengan mata yang sehat, kucing Anda akan tetap menjadi pemburu kecil yang handal di rumah Anda.

Dapatkan update terbaru lainnya dengan mengikuti kami melalui Google News atau gabung channel Telegram Cloteh Media GRATIS!

Menarik Dibaca

Bagikan: