Jemaah Haji Asal Tepi Barat Mulai Bertolak ke Tanah Suci di Tengah Pembatasan Akses Gaza

Redaksi Cloteh
Jemaah Haji Asal Tepi Barat Mulai Bertolak ke Tanah Suci di Tengah Pembatasan Akses Gaza
Jemaah Haji Asal Tepi Barat Mulai Bertolak ke Tanah Suci di Tengah Pembatasan Akses Gaza — (Sumber: www.cnnindonesia.com)

Cloteh Media, Berita — Sebanyak 2.230 jemaah haji asal Tepi Barat, Palestina, secara resmi memulai perjalanan menuju Arab Saudi pada Senin waktu setempat. Keberangkatan kelompok pertama ini menjadi penanda dimulainya rangkaian ibadah haji tahun ini bagi warga Palestina di tengah situasi geopolitik yang penuh tekanan.

Prosedur Keberangkatan di Perlintasan Karama

Direktur Kepolisian di perlintasan Karama, Waleed Ghannam, menyatakan bahwa iring-iringan bus yang mengangkut para calon jemaah telah tiba di Jericho sejak pagi hari. Di lokasi tersebut, seluruh prosedur administratif dan perjalanan diselesaikan sebelum para jemaah melanjutkan perjalanan menuju Arab Saudi. Perlintasan Karama sendiri berfungsi sebagai pintu keluar utama bagi warga Tepi Barat yang hendak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Ghannam menambahkan bahwa gelombang keberangkatan akan terus berlanjut. Sekitar 1.730 jemaah lainnya dijadwalkan berangkat pada Selasa (12/5) sebagai bagian dari skema pemberangkatan yang telah diatur. Secara keseluruhan, proses pengiriman jemaah ini direncanakan berlangsung hingga 20 Mei dengan kuota maksimal 500 orang per hari.

Data dan Kesiapan Pemerintahan

Berdasarkan catatan resmi Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, total jemaah yang akan diberangkatkan dari Tepi Barat tahun ini mencapai 6.600 orang. Perdana Menteri Palestina, Mohammed Mustafa, secara langsung melakukan peninjauan terhadap fasilitas dan kesiapan akomodasi para jemaah.

Dalam kunjungannya, Mustafa menerima laporan komprehensif dari kepala Otoritas Umum Perlintasan dan Perbatasan, Amin Qandil, serta Menteri Wakaf, Mohammed Najm. Laporan tersebut mencakup langkah-langkah strategis yang diambil untuk memastikan kelancaran dan kemudahan perjalanan bagi seluruh jemaah selama masa transisi ini.

Dampak Konflik Terhadap Akses Haji Gaza

Berbeda dengan jemaah dari Tepi Barat, warga Palestina di Jalur Gaza kembali menghadapi kenyataan pahit. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, mereka tidak dapat menunaikan ibadah haji akibat kebijakan pembatasan akses yang diberlakukan oleh Israel. Situasi ini semakin rumit pasca eskalasi militer yang terjadi sejak Oktober 2023 serta ketegangan yang memicu blokade perairan di kawasan Timur Tengah.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Wakaf mengambil kebijakan darurat dengan mengalihkan kuota jemaah dari Gaza ke wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Keputusan tersebut terpaksa diambil mengingat keterbatasan durasi waktu dalam protokol haji yang telah disepakati bersama Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, yang menetapkan 20 Maret 2026 sebagai batas akhir pengurusan visa.

Dapatkan update terbaru lainnya dengan mengikuti kami melalui Google News atau gabung channel Telegram Cloteh Media GRATIS!

Menarik Dibaca

Bagikan: