Kisah Haru Aila Afifah, Jemaah Haji Termuda Indonesia yang Menunaikan Amanah Almarhumah Ibu

Redaksi Cloteh
Kisah Haru Aila Afifah, Jemaah Haji Termuda Indonesia yang Menunaikan Amanah Almarhumah Ibu
Kisah Haru Aila Afifah, Jemaah Haji Termuda Indonesia yang Menunaikan Amanah Almarhumah Ibu — (Sumber: www.liputan6.com)

Cloteh Media, Berita — Kedatangan kloter 16 jemaah haji Embarkasi Batam (BTH) di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, baru-baru ini menyita perhatian publik. Di antara barisan jemaah yang tiba, sosok seorang gadis mungil tampak menonjol. Ia adalah Aila Afifah, siswi yang baru saja menyelesaikan jenjang pendidikan kelas VI di SD LKIA Pontianak, Kalimantan Barat.

Keberangkatan Aila ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan ibadah biasa bagi seorang anak yang baru lulus sekolah dasar. Ia membawa misi emosional yang mendalam, yakni menunaikan ibadah haji untuk menggantikan posisi mendiang ibundanya yang berpulang pada tahun 2021 akibat pandemi COVID-19. Dengan menyandang status sebagai jemaah haji termuda tahun ini, Aila menemani ayahnya, Ismail Umar, untuk menyempurnakan rukun Islam yang sempat tertunda.

Perjuangan di Balik Rencana Panjang

Ismail menuturkan bahwa keluarga mereka sebenarnya telah mendaftarkan diri untuk menunaikan ibadah haji sejak tahun 2013. Harapan awal mereka adalah melaksanakan ibadah ini dalam formasi keluarga yang lengkap. Namun, takdir berkata lain ketika sang istri meninggal dunia di tengah badai pandemi, yang memaksa rencana tersebut mengalami pergeseran besar.

Setelah melalui berbagai proses birokrasi dan koordinasi yang melibatkan otoritas penyelenggara haji serta pihak sekolah, akhirnya jalan menuju Tanah Suci terbuka bagi Aila. Ismail mengungkapkan rasa syukurnya atas kemudahan tersebut. “Alhamdulillah, dengan bantuan dari Kementerian yang mengurus haji dan pihak sekolah, kondisi Aila memungkinkan untuk berangkat. Saya hanya berdoa semoga kami kembali dalam keadaan sehat walafiat,” kata Ismail dengan mata berkaca-kaca pada tim Media Center Haji di Jeddah, Jumat.

Persiapan Matang di Usia Dini

Di balik keteguhan hatinya, Ismail mengaku sempat diliputi keraguan saat melihat usia Aila yang sangat belia. Kekhawatiran mengenai persyaratan keberangkatan sempat membayangi benaknya sebelum akhirnya regulasi terbaru memungkinkan Aila untuk mendampingi ayahnya menunaikan ibadah haji.

Meski usianya masih sangat muda, Aila menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam mempersiapkan fisik maupun mentalnya. Ia menjalani rangkaian persiapan dengan penuh keseriusan, mulai dari mengikuti manasik haji hingga menjaga kesehatan fisik secara rutin bersama sang ayah agar memiliki stamina yang cukup selama berada di Arab Saudi.

Ketika ditanya mengenai perasaannya sebelum bertolak ke Tanah Suci, Aila mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang. “Saya sangat senang. Persiapannya sudah baik, mulai dari ibadah, salat, hingga manasik,” ujar Aila pelan.

Kehadiran Aila dalam rombongan haji tahun ini menjadi pengingat akan kekuatan tekad manusia. Bagi Aila, perjalanan ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban agama, melainkan sebuah bentuk bakti kepada sosok ibu yang sangat dicintainya. Dukungan penuh dari sang ayah dan doa dari keluarga di kampung halaman menjadi bekal utama bagi gadis kecil ini dalam menjalankan rangkaian ibadah haji yang panjang dan melelahkan.

Kisah Aila kini menjadi inspirasi bagi banyak orang. Ia membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk melaksanakan panggilan Allah SWT, selama niat dan persiapan yang dilakukan telah mencapai standar maksimal. Kini, Aila bersama ribuan jemaah lainnya tengah berfokus untuk melantunkan doa dan ibadah di tanah suci, membawa harapan agar seluruh rangkaian haji dapat diselesaikan dengan sempurna.

Dapatkan update terbaru lainnya dengan mengikuti kami melalui Google News atau gabung channel Telegram Cloteh Media GRATIS!

Menarik Dibaca

Bagikan: