
Wamendagri Dorong Sinergi HIPMI dan Pemda untuk Akselerasi Ekonomi Kreatif — (Sumber: www.liputan6.com)
Cloteh Media, Berita — Kementerian Dalam Negeri menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan sektor swasta guna memacu pertumbuhan ekonomi lokal. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, secara khusus mengundang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk memainkan peran sentral dalam memperkuat kemandirian fiskal serta mengembangkan sektor ekonomi kreatif di berbagai wilayah di Indonesia.
Ajakan tersebut disampaikan Bima Arya dalam forum Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) V yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Barat. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Daan Mogot Pusdikif, Kota Bandung, pada Sabtu (9/5/2026).
Diversifikasi Pembiayaan Daerah
Dalam arahannya, Bima Arya menyoroti perlunya kepala daerah untuk berpikir melampaui mekanisme anggaran tradisional. Saat ini, pemimpin di tingkat daerah dituntut untuk lebih adaptif dalam mengidentifikasi sumber pembiayaan alternatif yang dapat menopang pembangunan tanpa harus bergantung penuh pada APBD.
Beberapa model pendanaan yang diusulkan oleh Wamendagri mencakup:
- Penerapan mekanisme crowd financing untuk proyek skala komunitas.
- Pemanfaatan skema alternative financing yang lebih fleksibel.
- Peningkatan implementasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
- Optimalisasi aset daerah agar lebih produktif secara ekonomi.
Bima Arya menilai bahwa kapasitas HIPMI sangat relevan untuk menjadi mitra strategis dalam mengimplementasikan pendekatan-pendekatan tersebut. Dengan jejaring pengusaha muda yang dinamis, HIPMI dinilai mampu memberikan warna baru dalam tata kelola inovasi di daerah.
Menjembatani Kebutuhan Inovasi
Wamendagri memberikan apresiasi terhadap kiprah anggota HIPMI yang telah berhasil menggarap sektor-sektor kreatif seperti kuliner dan industri kreatif lainnya. Menurutnya, pengalaman empiris para pengusaha muda ini dapat menjadi solusi bagi kepala daerah yang kerap menghadapi keterbatasan dalam merumuskan konsep pengembangan ekonomi yang kreatif.
“Saya banyak tahu dengan teman-teman HIPMI yang masuk di wilayah ekonomi kreatif, kuliner, dan lain-lain. Karena kepala daerah itu enggak ngerti. Jadi saya sampaikan ini, teman-teman bisa bantu kepala daerah-kepala daerah supaya lebih kreatif dan inovatif,” ujar Bima Arya saat memberikan sambutan.
Dukungan Terhadap Agenda Nasional
Lebih lanjut, Bima Arya mengingatkan bahwa sinergi ini bukan sekadar tentang pertumbuhan ekonomi lokal, tetapi juga berkaitan erat dengan keberhasilan agenda prioritas nasional. Pemerintah pusat saat ini memfokuskan implementasi berbagai program strategis yang menuntut dukungan penuh dari pemerintah daerah, di antaranya:
- Pencapaian target-target dalam visi Asta Cita.
- Eksekusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersifat masif.
- Penguatan literasi melalui program Sekolah Rakyat.
- Pengembangan Koperasi Desa maupun Kelurahan sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Keterlibatan aktif sektor pengusaha muda dalam program-program tersebut diharapkan dapat mempercepat akselerasi kesejahteraan masyarakat di daerah. Bima Arya menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci utama bagi Indonesia untuk memperkuat struktur fiskal di tingkat lokal sekaligus meningkatkan daya saing daerah di kancah nasional.



